Senin, 29 Desember 2014

Cara membuat proposal

. Dalam sebuah bisnis ataupun organisasi, proses pengajuan proposal bukanlah hal yang asing. Saat dimana harus melibatkan pihak ketiga untuk bekerjasama dalam hal permodalan membutuhkan perhitungan yang teliti supaya hubungan kerjasama ke depannya dapat berjalan dengan baik dan tidak menemui hambatan yang berarti pada kedua belah pihak. Oleh karena itu, proposal merupakan media yang tepat untuk menjelaskan tentang acara atau bisnis kita kepada pihak ketiga sebagai calon pemberi dana sekaligus juga menjelaskan keuntungan yang akan di dapat oleh pihak investor maupun sponsor.
Cara membuat proposal yang baik dan benar
Cara membuat proposal yang baik dan benar
Image courtesy of Ghazali Kareem Iffredista – http://www.kutembak.com/2013/05/contoh-proposal-berbagai-kegiatan.html
Cara membuat proposal dapat dipelajari dengan mudah apabila kita mengerti apa yang akan kita tuliskan dalam proposal. Menjelaskan panjang lebar hanya akan membuat pembaca jenuh dan pesan yang terdapat dalam proposal tidak tersampaikan yang kemudian akan berakhir dengan penolakan. Mungkin saja penolakan terjadi bukan karena jenis usaha yang buruk tapi karena belum pahamnya bagaimana cara membuat proposal yang tepat. Maka dari itu tepatnya susunan sebuah proposal juga perlu diperhatikan.
Untuk menulis proposal yang tepat perlu memperhatikan beberapa tips
Untuk menulis proposal yang tepat perlu memperhatikan beberapa tips
Image courtesy of http://www.blogche9.com/2011/12/contoh-proposal.html

Cara membuat proposal

Contoh susunan proposal usaha untuk kredit investasi:
  1. Background usaha
Pada bagian ini dijelaskan alasan utama memulai dan mengembangkan bisnis. Mungkin bisa dijelaskan bagaimana kondisi pasar dan solusi apa yang dapat kita tawarkan sebagai pelaku usaha untuk memecahkan permasalahan yang ada di pasar serta seberapa besar profit yang bisa didapatkan dari keadaan pasar tersebut.

Minggu, 05 Oktober 2014

SEJARAH AKUNTANSI

Sejarah akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan meng­gunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat
Tonggak sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo {Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keepingf).

Sejarah Akuntansi dari abad ke abad

Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya pengaruh Romawi, pusat per­dagangan bergeser ke Spanyol, Portugis, dan Belanda. Akibatnya, sistem akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan rugi laba mulai dibuat secara tahunan yang kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca secara rutin pada akhir jangka waktu tertentu.
Pada abad XIX revolusi industri di Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan. Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan Ameri­can Institute of Certified Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa saham.
Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciólo. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan.
Tidak banyak pembahan sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang* Setelah kemerdekaan pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-putrinya belajar akuntansi ke luar negeri. Sedangkan pendidikan akuntansi di dalam negeri mulai dirintis fiada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang mem­buka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Langkah ini diikuti oleh perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang mengatur pemberian gelar Akuntan.
Suatu organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi Akuntan Pendidik tahun 1986.
UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU Penanam­an Modal Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya keduanya merangsang berdirinya perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin baiknya iklim investasi di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, akuntansi di Indonesia mengalami perkem­bangan yang pesat.
Selama ini terjadi dualisme praktek akuntansi di Indonesia. Di satu pihak banyak perusahaan menerapkan sistem akuntansi Belanda. Di pihak lain* sistem akuntansi Amerika semakin banyak digunakan akibat semakin bergesernya kiblat pendidikan akuntansi ke sistem Amerika serta semakin banyaknya perusahaan yang membawa sistem Amerika masuk ke Indonesia.
Dualisme tersebut juga berpengaruh pada dunia pendidikan, terutama di tingkat pendidikan menengah. Akan tetapi, dalam Lokakarya “Pendidikan Akuntansi di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, telah dicapai kesepakatan sistem pendidikan akun­tansi untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang menggunakan sistem Amerika.

Read more: Sejarah Akuntansi | Ilmu Akuntansi